Search This Blog

Loading...

Thursday, 13 September 2012

Makalah Membaca dan Menulis


AKTIVITAS MEMBACA

A.    Proses membaca dan hubungannya dengan berfikir
            Membaca biasanya dipergunakan sebagai langkah awal untuk memahami karya sastra. Kira-kira lima belas tahun yang lalu, par peneliti diguncangakan oleh perkembangan-perkembangan pandangan dalam bidang psikologi kognitif dan temuan-temuan dalam pemerolehan bahasa, para peneliti dibidang “membaca” mengalihkan perhatian mereka dari pemerolehan hasil suatu intruksional membaca ke aktivitas membaca itu sendiri.

1.      Para pembaca mebuat makna. Mereka mereka menggunakan pengetahuan tentang dunia yang ada pada mereka, dan isyarat-isyarat yang diberikan oleh teks.
Konsep pengetahuan laten dikembangkan dari “ teori schema”  yang mempunyai hipotesa bahwa pengetahuan manusia tentang dunia terhimpun atau tersusun dalam suatu struktur yang saling berhubungan, yang kemudian disebut “Schemata” ( Rumelhart, 1980). Para pembaca akan menggunakan schemata mereka dalam menyimak apa yang sedang mereka baca.
Teori schema menghipotesakan dua proses yang asaling mengisi : pembaca akan menerima informasi baru dari teks yang kemudian disimpan pada schemata (mereka akan membentu suatu bekas yang permanen ) dan mereka memodifikasi susunan schemata untuk mengakomodasikan informasi dari teks, juga memilih hal yang dianggap tidak sesuai, keberhasilan pembaca mengatur proses asimilasi dan akomodasi, ditentukan sejauh mana pembaca merekomendasian makna yang dikorepondensikan dalam text dan kemungkinan amkna yang dimaksud oleh penulis melalui teks nya. Maka langkah yang dapat dilakukan oleh guru adalah untuk merangsang aktifitas kemampuan laten yang ada pada para siswa. Guru mempunyai dua alas an untuk melakukan diskusi prapembaca : yakni pertama membantu para siswa menata sumber-sumber yang ada pada mereka, dan yang kedua, untuk menguki kesenjangan pada pengetahuan laten sebelum melakukan aktifitas membaca.
Satu aspek penting yang bertalian dengan masalah “pengetahuan laten (prior Knowledge)” adalah kefamiliaran para siswa dengan pola-pola bahasa dan ragam “discourse”. Pembaca yang baik akan mengantisipasi kata-kata dan prase-prase sebab mereka memahamai bagaimana fungsi-funsi bahasa pada abad pertengahan, demikian yang berhubungan dengan gagasan yang disampaikan melalui bahasa.
Hal lain yang tidak kalah penting berkaitan dengan schata adalah kosa kata dan konsep, para pembaca juga mempunyai schemata, atau seperangkat pengetahuan dan pengharapan, untuk bentuk-bentuk kesusastraan (Applebee, 1978;Ericson 1985;Galda;1982;Mauro 1984) dan untuk memperlancar kegiatan membaca.
Frank Smith mendeskripsikan proses membaca kedalam dua sumber informasi; yakni visual dan non visual, (1978). Informasi visual adalah apa yang seorang pembaca dapat lihat dan kemudian dikirim ke otaknya- yakni kata-kata yang tercetak pada suatu halaman. Informasi non-visual adalah apa yang seorang pembaca telah ketahui dan berhubungan dengan bahan bacaan yang dibacanya.
Salah satu upaya untuk menyikapi kenyataan ini maka pemilihan teks hendaknya disesuaikan dengan tingkatan kemampuan pengembangan kosa kata siswa dan kemampuan memakai kata-kata itu sesuai dengan keinginan mereka.
2.      Cara terbaik belajar membaca adalah melalui membaca.
Untuk merealisasikan yang hamper dianggap sebagai suatu slogan:”cara terbaik membaca adalah melalui membaca”. Pengaruh dari pengetahuan laten (prior knowledge) dalam menyimak bahan bacaan memberikan gambaran kepada kita bahwa mengapa para murid harus belajar membaca melalui membaca. Kesenangan membaca yang tumbuh pada para siswa adalah merupakan syarat mutlak untuk menumbuhkan kebiasaan membaca dalam hidupnya termasuk kesusastraan. Namun kebiasaan membaca juga akan dipengaruhi oleh ragam buku yang dibacanya, murid yang mempunyai kesempatan membaca yang lebih luas hal ini akan berpengaruh manakala harus menginterprestasikan karya-karya sastra secara resonabel. Mereka juga akan belajar merespon secara utuh terhadap kesusastraan. Tanpa pengalaman membaca yang luas selama atau sewaktu mereka masih dalam masa sekolah, para siswa rasa-rasanya tidak akan mampu mencapai satupun dari tiga tujuan yang saling berkaitan.



Selengkapnya Download disini

0 komentar:

Post a Comment

 

..............

By

Twitter

...................

Powered by Blogger.

..................

...............