Makalah Matematika Dasar,

04:40:00 Add Comment
Makalah Matematika Dasar,

BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang Masalah
Bilangan real adalah sekumpulan bilangan (rasional dan tak rasional) yang dapat mengukur panjang, bersama-sama dengan negatifnya dan nol.Bilangan real adalah gabungan dari bilangan rasional dan irasional. Bilangan rasional adalah gabungan dari bilangan bulat dan bilangan pecahan. Bilangan bulat adalah gabungan dari bilangan asli, bilangan nol, dan bilangan negatif.
Sistem bilangan adalah hal pokok dalam sebuah ilmu matematika, bisa juga dikatakan sebagai inti dari suatu ilmu matematika itu sendiri. Sistem bilangan ini terbagi menjadi banyak macamnya, adapun yang kami sajikan dalam makalah ini adalah mengenai Himpunan Bilangan Real.
Himpunan bilangan real adalah himpunan bilangan yang merupakan gabungan dari himpunan bilangan rasional dan himpunan bilangan irasional.
Himpunan bilangan real yang dilengkapi dengan sifat-sifat bilangan disebut sistem bilangan real.

 

 BAB II
PEMBAHASAN

A.    Bilangan Real

Sistem matematika adalah himpunan unsur-unsur dengan operasi yang didefinisikan. Operasi-operasi yang telah kita kenal antara lain: ,  dan logaritma. Sedangkan sebagian himpunan dalam aljabar adalah himpunan-himpunan bilangan.

Himpunan-himpunan bilangan secara skematis terlihat seperti pada bagan:

Apakah bilangan real itu dan apa sifat-sifatnya? Untuk menjawabnya, kita mulai dengan beberapa sistem bilangan yang sederhana berikut ini.
Bilangan-bilangan bulat dan rasional
Diantara sistem bilangan yang paling sederhana adalah bilangan-bilangan asli (CodeCogsEqn-23= Natural),

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, …
Makalah Selengkapnya Download Disini

makalah Isu Etik Dalam Pelayanan Kebidanan

04:36:00 Add Comment
makalah Isu Etik Dalam Pelayanan Kebidanan
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Derasnya arus globalisasi yang semakin mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat dunia, juga mempengaruhi munculnya masalah/penyimpangan etik sebagai akibat kemajuan teknologi/ilmu pengetahuan yang menimbulkan konflik terhadap nilai. Arus kesejahteraan ini tidak dapat dibendung, pasti akan mempengaruhi pelayanan kebidanan. Dalam hal ini bidang yang praktek mandiri menjadi pekerja yang bebas Mengontrol dirinya sendiri. Situasi ini akan besar sekali pengaruhnya terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan etik.
Istilah etik yang kita gunakan sehari-hari pada hakikatnya berkaitan dengan falsafah moral yaitu menganai apa yang dianggap baik atau buruk di masyarakat dalam kurun waktu tertentu, sesuai dengan perubahan atau perkembangan norma atau niali. Dikatakan kurun waktu tertentu karena etik dan moral bisa berubah dengan lewatnya waktu.


BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Isu Etik Dalam Pelayanan Kebidanan
1.      Pengertian Issue
Isu adalah masalah pokok yang berkembang di masyarakat atau suatu lingkungan yang belum tentu benar, serta membutuhkan pembuktian. Isu adalah topic yang menarik untuk didiskusikan dan sesuatu yang memungkinkan orang untuk mengemukakan pendapat yang bervariasi.
Isu muncul dikarenakan adanya perbedaan nilai.
2.      Issue Etik Dalam Pelayanan Kebidanan
            Etik merupakan bagian dari filosofi yang berhubungan erat dengan nilai manusia dalm menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah dan apakah pernyataan itu baik atau buruk. Issue etik dalam pelayanan kebidanan merupakan topik yang penting yang berkembang di masyarakat tentang nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan yang berhubungan dengan segala aspek kebidanan yang menyangkut baik dan buruknya.
Beberapa pembahasan masalah etik dalm kehidupan sehari hari adalah sebagai berikut:
a.       Persetujuan dalam proses melahirkan.
b.      Memilih atau mengambil keputusan dalam persalinan.
c.       Kegagalan dalam proses persalinan.
d.      Pelaksanan USG dalam kehamilan.
e.       Konsep normal pelayanan kebidanan.
f.        Bidan dan pendidikan seks.
3.      Contoh masalah etik yang berhubungan dengan teknologi:
a.       Perawatan intensif pada bayi.
b.      Skreening bayi.
c.       Transplantasi organ.
d.      Teknik reproduksi dan kebidanan.
4.      Contoh masalah etik yang berhubungan dengan profesi:
a.       Pengambilan keputusan dan penggunaan etik.
b.      Otonomi bidan dan kode etik profesional.
c.       Etik dalam penelitian kebidanan.
d.      Penelitian tentang masalah kebidanan yang sensitif.
5.      Biasanya beberapa contoh mengenai isu etik dalm pelayananan kebidanan adalah berhubungan dengan masalah-masalah sebagai berikut:
a.       Agama / kepercayaan.
b.      Hubungan dengan pasien.
c.       Hubungan dokter dengan bidan.
d.      Kebenaran.
e.       Pengambilan keputusan.
f.        Pengambilan data.
g.       Kematian.
h.       Kerahasiaan.
i.         Aborsi.
j.        AIDS.
k.      In_Vitro fertilization
Bidan dituntut untuk berprilaku hati-hati dalm setiap tindakannya dalam memberikan asuhan kebidanan dengan menampilkan perilaku yang etis dan profesional.

B.     Bentuk Issue Etik Dalam Pelayanan Kebidanan
1.      Pengertian dan Bentuk Etik
a)      Etika diartikan "sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan dan keburukan dalam hidup manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehandak dengan didasari pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan".

Etik ialah suatu cabang ilmu filsafat. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa etik adalah disiplin yang mempelajari tentang baik atau buruk sikap tindakan manusia.
Makalah Selengkapnya Download Disini

MAKALAH GELOMBANG BUNYI DAN MEKANIK

03:57:00 Add Comment
MAKALAH GELOMBANG BUNYI DAN MEKANIK
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita selau mendengarkan beranekaragam suara, mulai dari suara musik, kicauan burung, klakson kendaraan bermotor, suara rel kereta api dan suara orang yang sedang berbicara. Semua suara itu dapat kita dengar karena ada sumber suara/bunyi.
Gelombang adalah getaran yang merambat, baik melalui medium ataupun tidak melalui medium. Perambatan gelombang ada yang memerlukan medium, seperti gelombang tali melalui tali dan ada pula yang tidak memerlukan medium yang berarti bahwa gelombang tersebut dapat merambat melalui vakum ( hampa udara ) , seperti gelombang listrik magnet dapat merambat dalam vakum. Perambatan gelombang dalam medium tidak diikuti oleh perambatan media, tapi partikel-partikel mediumnya akan bergetar. Perumusan matematika suatu gelombang dapat diturunkan dengan peninjauan penjalaran suatu pulsa. Dilihat dari ketentuan pengulangan bentuk, gelombang dibagi atas gelombang periodik dan gelombang nonperiodik.
Berdasarkan sumber getarnya, tanpa disertai dengan medium  perantaranya, gelombang dapat diklasifikasikan dalam dua kategori, yaitu gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik. Gelombang mekanik adalah sesuatu yang dapat dibentuk dan dirambatkan dalam zat perantara bahan elastis. Sebagai contoh khusus diantaranya adalah gelombang bunyi dalam gas, dalam zat cair dan dalam zat padat. Gelombang Elektromagnetik perambatan secara transversal antara medan listrik dan medan magnet ke segala arah.
Gelombang didefinisikan sebagai energi getaran yang merambat. Dalam kehidupan sehari-hari banyak orang berfikir bahwa yang merambat dalam gelombang adalah getarannya atau partikelnya, hal ini sedikit tidak benar karena yang merambat dalam gelombang adalah energi yang dipunyai getaran tersebut.
.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Gelombang Mekanik
Gelombang adalah osilasi (getaran) yang merambat pada suatu medium atau tanpa medium dengan tidak disertai perambatan bagian-bagian medium itu sendiri. Gelombang mekanik adalah gelombang yang memerlukan medium dalam perambatannya.
Gelombang air, gelombang bunyi, gelombang tali, dan gelombang pada slinki merupakan contoh-contoh gelombang mekanik. Gelombang-gelombang ini memerlukan medium untuk dapat merambatkan gelombang. Air, udara, tali, slinki adalah medium yang digunakan untuk merambatkan gelombang air, gelombang bunyi, gelombang tali, dan gelombang pada slinki. Gelombang-gelombang ini ditimbulkan oleh adanya getaran mekanik. Oleh karena itu, gelombang-gelombang tersebut dikelompokkan ke dalam gelombang mekanik. Umumnya, gelombang mekanik seperti contoh tersebut dapat diamati dengan mata telanjang.
Besaran dalam gelombang hampir sama dengan besaran dalam getaran. Besarannya adalah sebagai berikut ini:
1.      Periode (T) adalah banyaknya waktu yang diperlukan untuk satu gelombang.
2.      Frekuensi (f) adalah banyaknya gelombang yang terjadi dalam waktu 1 sekon.
3.      Amplitudo (A) adalah simpangan maksimum suatu gelombang.
4.      Cepat rambat (v) adalah besarnya jarak yang ditempuh gelombang tiap satuan waktu.
5.      Panjang gelombang (λ) adalah jarak yang ditempuh gelombang dalam 1 periode. Atau besarnya jarak satu bukit satu lembah.
Persamaan yang digunakan dalam gelombang adalah sebagai berikut :
T = t/n
f = n/t
dan
T = 1/f
f = 1/T

dimana :
T adalah periode (s)
t adalah waktu (s)
n adalah banyaknya gelombang (kali)
f adalah frekuensi (Hz)
Untuk menentukan cepat rambat gelombang digunakan persamaan ;
v = λ.f atau v = λ/T
Dimana λ adalah panjang gelombang (m)
v adalah cepat rambat gelombang (m/s)

B.     Gelombang Bunyi

Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara.

Makalah Selengkapnya Download Disini

MAKALAH BIODIVERSITAS

03:43:00 Add Comment
MAKALAH BIODIVERSITAS
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah. Keanekaragaman hayati melingkupi berbagai perbedaan atau variasi bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat-sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan, baik tingkatan gen, tingkatan spesies, maupun tingkatan ekosistem. Gampangnya, keanekaragaman hayati adalah semua jenis perbedaan antar mahkluk hidup.
Definisi yang lain menyatakan bahwa biodiversitas sebagai diversitas kehidupan dalam semua bentuknya, dan pada semua level organisasi. Dalam semua bentuknya menyatakan bahwa biodiversitas mencakup tumbuhan, binatang, jamur, bakteri dam mikroorganisme yang lain. Semua level organisasi menunjukkan bahwa biodiversitas mengacu pada diversitas gen, speses dan ekosistem.
Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup yangmenunjukkan keseluruhan variasi gen, spesies dan ekosistem di suatu daerah. Adadua faktor penyebab keanekaragaman hayati, yaitu faktor genetik dan faktor luar.Faktor genetik bersifat relatif konstan atau stabil pengaruhnya terhadap morfologiorganisme. Sebaliknya, faktor luar relatif stabil pengaruhnya terhadap morfologiorganisme.Keanekaragaman hayati secara luas telah digunakan konsepnya di alam tetapidalam penggunaannya tidak terlalu baik. Beberapa negara menginterpretasikankonservasi dari keanekaragaman hayati sangat kaku, Negara-negara tersebut berpendapat bahwa semua pengembangan dapat dihalangi oleh prospek hilangnya tempat kediaman makhluk hidup.

  
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Biodiversitas
Pengertian (dari Society of American Foresters): Biodiversitas mengacu pada macam dan kelimpahan spesies, komposisi genetiknya, dan komunitas, ekosistem dan bentang alam di mana mereka berada.
Definisi yang lain menyatakan bahwa biodiversitas sebagai diversitas kehidupan dalam semua bentuknya, dan pada semua level organisasi. Dalam semua bentuknya menyatakan bahwa biodiversitas mencakup tumbuhan, binatang, jamur, bakteri dam mikroorganisme yang lain. Semua level organisasi menunjukkan bahwa biodiversitas mengacu pada diversitas gen, spesies dan ekosistem.

Diversitas genetik mencakup variasi dalam material genetik, seperti gen dan khromosom. Diversitas spesies (taksonomi) kebanyakan diintepretasikan sebagai variasi di antara dan di dalam spesies (termasuk spesies manusia), mencakup variasi satuan taksonomi seperti filum, famili, genus dsb. Diversitas genetik merupakan titik awal dalam memahami dimensi dari isu biodiversitas, tetapi pada level spesies dan ekosistem bidang kehutanan memiliki pengaruh besar. 
Makalah Selengkapnya Download Disini

MAKALAH SUMBER DAYA PARIWISATA

03:40:00 1 Comment
MAKALAH SUMBER DAYA PARIWISATA
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Geografi merupakan ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer yang meliputi litosfer, atmosfer, hidrosfer, antroposfer, dan biosfer dalam sudut pandang kelingkungan, kewilayahan, dan keruangan. Di dalam geografi dipelajari sumberdaya yang merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi dan meningkatkan kesejahteraan manusia.
Sumberdaya adalah segala sesuatu yang bernilai apabila diproduksi, diolah dan digunakan. Salah satu pemanfaatan sumberdaya dalam geografi adalah sebagai objek wisata. Objek wisata dari sudut pandang geografi dipelajari dalam konsep geografi pariwisata.
Objek kajian geografi yang umumnya menjadi daya tarik bagi wisatawan adalah dari segi iklim, flora dan fauna, keindahan alam, adat istiadat, budaya penduduk, transportasi baik itu darat, laut atau udara, dan sebagainya.
Pariwisata meupakan sektor usaha yang penting bagi beberapa negara di dunia. Hal itu dikarenakan karakteristik sumber daya alam yang unik dan diolah dengan sumber daya manusia yang memadai. Kondisi alam yang diberikan secara cuma-cuma oleh Allah SWT membantu manusia untuk mengembangkannya menjadi lebih baik, jadi manusia tidak perlu lagi memunculkan potensi alam tetapi tinggal mengembangkan dan melestarikannya.
Salah satu negara yang memiliki potensi pariwisata yang beragam adalah Indonesia. Tidak hanya keragaman flora dan fauna saja, Indonesia juga memiliki keragaman budaya serta peninggalan buda dan sejarah yang menjadi kekayaan yang sangat berharga. Semua potensi pariwisata yang dimiliki Indonesia itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk melakukan perjalanan dalam rangka mengunjungi daerah wisata tersebut.




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Pariwisata Menurut Para Ahli
Secara etimologis pariwisata berasal dari bahasa sansekerta, yang terdiri dari dua suku kata Pari yang berarti banyak, berkali-kali, berputar-putar, lengkap. Dan kata wisata yang berarti perjalanan, bepergian yang bersinonim dengan kata travel dalam bahasa Inggris, maka dapat di artikan bahwa pariwisata adalah perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau berputar-putar dari satu tempat ke tempat lain (Yoeti 1996:112)
Menurut UU No.9 tahun 1990 Bab 1 Pasal 1:
Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata. Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut. Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata. Artinya semua kegiatan dan urusan yang ada kaitannya dengan perencanaan, pengaturan, pelaksanaan, pengawasan, pariwisata baik yang dilakukan oleh pemerintah, pihak swasta dan masyarakat disebut Kepariwisataan.
Menurut James J. Spillance
Pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat lain yang bersifat sementara, dilakukan perorangan atau kelompok sebagai usaha mencari keseimbangan, keserasian dalam dimensi sosial budaya dan ilmu.
Menurut Mc. Intosh dan Goelder
Pariwisata adalah ilmu atau seni dan bisnis yang dapat menarik dan menghimpun pengunjung, termasuk didalamnya bebagai akomoditasi dan catering yang dibutuhkan dan diminati oleh pengunjung.
Menurut Gluckmann
Keseluruhan hubungan antar manusia yang hanya berada sementara waktu dalam suatu tempat dengan manusia yang tinggal di tempat itu
Menurut Oka A Yoeti
Suatu perjalanan yang dilakukan untuk sementara waktu yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain dengan maksud bukan mencari nafkah ditempat yang dikunjunginya tetapi semata-mata untuk menikmati perjalanan tersebut guna bertamasya memenuhi keinginan yang beragam.

B.     Pariwisata dalam Kajian Geografi

Setiap ilmu pasti tidak ada yang dapat berdiri sendiri. Setiap ilmu saling berhubungan satu sama lainnya. Begitupun dengan ilmu pariwisata tidak dapat dilepaskan hubungannya dengan geografi.


Makalah Selengkapnya Download Disini

MAKALAH PAKIS HAJI

03:36:00 Add Comment
MAKALAH PAKIS HAJI
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Meskipun pertama sah dijelaskan pada tahun 1839 oleh Miquel botani Belanda, keberadaan takson Malesian berbeda pertama kali diakui oleh Roxburgh (1832: 747), atas dasar tanaman dalam budidaya di Calcutta Botanic Gardens. Dia mengakui bahwa dua taksa hadir, memperlakukan satu sebagai C. circinalis dan menggambarkan lainnya sebagai spesies baru C. spherica. Roxburgh telah Namun, keliru menerapkan nama baru C. spherica untuk tanaman milik C.circinalis kelompok. Takson Malesian berbeda ia kemudian dirawat di bawah nama C. circinalis, meskipun ia juga campuran bahan dua taksa dengan perincian masing-masing (Edward dan Robert, 2009).

B.     Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengenal lebih dekat tentang tanaman biji terbuka
2.      Untuk mengenal lebih dekat tentang pakis haji


BAB II
PEMBAHASAN


A.    Sejarah Singkat Pakis Haji.
Meskipun pertama sah dijelaskan pada tahun 1839 oleh Miquel botani Belanda, keberadaan takson Malesian berbeda pertama kali diakui oleh Roxburgh (1832: 747), atas dasar tanaman dalam budidaya di Calcutta Botanic Gardens. Dia mengakui bahwa dua taksa hadir, memperlakukan satu sebagai C. circinalis dan menggambarkan lainnya sebagai spesies baru C. spherica. Roxburgh telah Namun, keliru menerapkan nama baru C. spherica untuk tanaman milik C.circinalis kelompok. Takson Malesian berbeda ia kemudian dirawat di bawah nama C. circinalis, meskipun ia juga campuran bahan dua taksa dengan perincian masing-masing (Edward dan Robert, 2009).

Spesies ini seperti yang diakui oleh Miquel (1839: 45) didasarkan pada bagian dari Olus Calappoides dari Rumphius (1741). Miquel tidak pernah jelas batas-batas tertentu takson ini, pada bahan memisahkan pertama dari Sulawesi sebagai C. celebica (1839: 45), dan kemudian (1868: 232), menggabungkan keduanya. Dia juga memisahkan material dari Timor sebagai C. var. Rumphii timorensis(1841: 125), dan dari Jawa sebagai C. circinalis var). javana (1842: 28. Selain itu, ia pada awalnya diakui Roxburgh's C. spherica(1843: 693), tampaknya berdasarkan dipublikasikan rekening Roxburgh dan tanpa menyadari kebingungan dengan C. circinalis. Ia kemudian (1851: 32) mencatat dengan benar kebingungan Roxburgh, dan ditempatkan C. spherica di sinonimi C. circinalis, walaupun kemudian masih (1868: 230), dia lagi diakui C. spherica pada peringkat tertentu. Pada saat yang sama (1868: 232), ia menempatkanC. celebica dan C. circinalis var. javana di C. rumphii, dengan tidak menyebutkan C. rumphii var. timorensis (Edward dan Robert, 2009).
Makalah Selengkapnya Download Disini

MAKALAH MELINJO

03:32:00 Add Comment
MAKALAH MELINJO
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Melinjo (Gnetum gnemon Linn.) atau dalam bahasa Sunda disebut Tangkil adalah suatu spesies tanaman berbiji terbuka (Gymnospermae) berbentuk pohon yang berasal dari Asia tropik, melanesia, dan Pasifik Barat  Melinjo dikenal pula dengan nama belinjo, mlinjo (bahasa Jawa), tangkil (bahasa Sunda) atau bago (bahasa Melayu dan bahasa Tagalog), Khalet (Bahasa Kamboja).Melinjo banyak ditanam di pekarangan sebagai peneduh atau pembatas pekarangan dan terutama dimanfaatkan buah dan daunnya, melinjo berbentuk pohon.

B.     Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengenal lebih dekat tentang tanaman biji terbuka
2.      Untuk mengenal lebih dekat tentang melinjo


  

BAB II
PEMBAHASAN


A.    Deskripsi Melinjo
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSCPPDBxFvxNW2N7Fu0yNNpLY21XTuuPVa4qGUuNd0AdapKd8X7-A
 








Melinjo (Gnetum gnemon Linn.) atau dalam bahasa Sunda disebut Tangkil adalah suatu spesies tanaman berbiji terbuka (Gymnospermae) berbentuk pohon yang berasal dari Asia tropik, melanesia, dan Pasifik Barat  Melinjo dikenal pula dengan nama belinjo, mlinjo (bahasa Jawa), tangkil (bahasa Sunda) atau bago (bahasa Melayu dan bahasa Tagalog), Khalet (Bahasa Kamboja).Melinjo banyak ditanam di pekarangan sebagai peneduh atau pembatas pekarangan dan terutama dimanfaatkan buah dan daunnya, melinjo berbentuk pohon.
http://ahsanfile.files.wordpress.com/2010/12/bunga-melinjo-betina.jpg http://ahsanfile.files.wordpress.com/2010/12/uceng-bunga-melinjo-jantan.jpg
 










Gambar Melinjo betina                            Gambar Melinjo jantan

Melinjo merupakan tumbuhan tahunan berbiji terbuka, berbentuk pohon yang berumah dua (dioecious, ada individu jantan dan betina). Bijinya tidak terbungkus daging tetapi terbungkus kulit luar. Batangnya kokoh dan bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Daunnya tunggal berbentuk oval dengan ujung tumpul. Melinjo tidak menghasilkan bunga dan buah sejati karena bukan termasuk tumbuhan berbunga. Yang dianggap sebagai buah sebenarnya adalah biji yang terbungkus oleh selapis aril yang berdaging. Tanaman melinjo dapat tumbuh mencapai 100 tahun lebih dan setiap panen raya mampu menghasilkan melinjo sebanyak 80 - 100 Kg, Bila tidak dipangkas bisa mencapai ketinggian 25 m dari permukaan tanah Tanaman melinjo dapat diperbanyak dengan cara generatif (biji) atau vegetatif (cangkokan, okulasi, penyambungan dan stek).

Makalah Selengkapnya Download Disini

MAKALAH EKOSISTEM

03:27:00 Add Comment
MAKALAH EKOSISTEM
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Makhluk hidup di alam ini menempati tempat-tempat tertentu sesuai dengan habitatnya. Ada yang hidup di air, di tanah/darat, maupun di udara. Tempat hidup di dunia ini tidak bertambah luas, sementara pertambahan jumlah makhluk hidup relatif bertambah. Hal ini menyebabkan makin banyaknya makhluk hidup yang menempati permukaan bumi sehingga ekosistem di muka bumi ini semakin sempit.
Makhluk hidup akan menjalin hubungan saling ketergantungan antar makhluk hidup di dalam komunitas. Selain itu, makhluk hidup juga akan menjalin hubungan dengan lingkungannya. Makhluk hidup sangat bergantung kepada lingkungan. Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya akan membentuk ekosistem. Ekosistem merupakan tempat berlangsungnya hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Oleh karena itu, sangat perlu memahami konsep tentang ekosistem, komponennya dan cara untuk menjaga dan melestarikannya agar makhluk hidup dan lingkungannya dapat tetap melangsungkan hidupnya.

B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
1.            Apa yang dimaksud dengan ekosistem?
2.            Bagaimana satuan makhluk hidup dalam ekosistem?
3.            Apa saja komponen-komponen dalam ekosistem?
4.            Bagaimana pola makanan dalam ekosistem?
5.            Apa jenis-jenis ekosistem?
6.            Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi ekosistem?

C.    Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini, yaitu:
1.      Memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Lingkungan untuk Sekolah Dasar
2.      Memahami hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya
3.      Mengetahui konsep tentang ekosistem
4.      Memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Ekosistem
Pengertian ekosistem pertama kali dikemukakan oleh seorang ahli ekologi berkebangsaan Inggris bernama A.G.Tansley pada tahun 1935, walaupun konsep itu bukan merupakan konsep yang baru. Sebelum akhir tahun 1800-an, pernyataan-pernyataan resmi tentang istilah dan konsep yang berkaitan dengan ekosistam mulai terbit cukup menarik dalam literatur-literatur ekologi di Amerika, Eropa, dan Rusia (Odum, 1993).
Beberapa definisi tentang ekosistem dapat diuraikan sebagai berikut:
1.      Ekosistem adalah suatu unit ekologi yang didalamnya terdapat hubungan antara struktur dan fungsi. Struktur yang dimaksudkan dalam definisi ekosistem tersebut adalah berhubungan dengan keanekaragaman spesies. Ekosistem yang mempunyai struktur yang kompleks, memiliki keanekaragaman spesies yang tinggi.sedangkan istilah fungsi dalam definisi ekosistem menurut A.G.Tansley berhubungan dengan siklus materi dan arus energi melalui komponen-komponen ekosistem.
2.      Ekosistem adalah tatanan dari satuan unsur-unsur lingkungan hidup dan kehidupan (biotik maupun abiotik) secara utuh dan menyeluruh, yang saling mempengaruhi dan saling tergantung satu dengan yang lainnya. Ekosistem mengandung keanekaragaman jenis dalam suatu komunitas dengan lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan interaksi kehidupan dalam alam (Dephut, 1997)
3.      Ekosistem, yaitu tatanan kesatuan secara kompleks didalamnya terdapat habitat, tumbuhan, dan binatang yang dipertimbangkan sebagai unit kesatuan secara utuh, sehingga semuanya akan menjadi bagian mata rantai siklus materi dan aliran energi (Woodbury, 1954 dalam Setiadi, 1983 )
4.      Ekosistem yaitu unit fungsional dasar dalam ekologi yang didalamnya tercakup organisme dan lingkungannya (biotik dan abiotik ) dan diantara keduanya saling mempengaruhi (Odum, 1993)
5.      Ekosistem, yaitu tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi (UU Lingkungan Hidup Tahun 1997)
6.      Ekosistem, yaitu suatu sistem ekologi yang tebentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya (Soemarwoto, 1983)

B.     Satuan Makhluk Hidup Dalam Ekosistem
Kesatuan dari makhluk hidup disuatu tempat dengan lingkungan tempat tinggalnya membentuk suatu kesatuan fungsional yang disebut Ekosistem. Organisasi makhluk hidup dalam ekosistem:
1.      Individu      : satu makhluk hidup tunggal yang berdiri sendiri

Contohnya: seekor ayam, seekor kambing, sebatang pisang.
Makalah Selengkapnya Download Disini

NARRATIVE PARAPHRASING

02:37:00 Add Comment
THE SMARTEST PARROT

            
Once upon time, a man had a wonderful parrot. There was no other parrot like it. The parrot could say every word, except one word. The parrot would not say the name of the place where it was born. The name of the place was Catano.
The man felt excited having the smartest parrot but he could not understand why the parrot would not say Catano. The man tried to teach the bird to say Catano however the bird kept not saying the word.
At the first, the man was very nice to the bird but then he got very angry. “You stupid bird!” pointed the man to the parrot. “Why can’t you say the word? Say Catano! Or I will kill you” the man said angrily. Although he tried hard to teach, the parrot would not say it. Then the man got so angry and shouted to the bird over and over; “Say Catano or I’ll kill you”. The bird kept not to say the word of Catano.
One day, after he had been trying so many times to make the bird say Catano, the man really got very angry. He could not bear it. He picked the parrot and threw it into the chicken house. There were four old chickens for next dinner “You are as stupid as the chickens. Just stay with them” Said the man angrily. Then he continued to humble; “You know, I will cut the chicken for my meal. Next it will be your turn, I will eat you too, stupid parrot”. After that he left the chicken house.
The next day, the man came back to the chicken house. He opened the door and was very surprised. He could not believe what he saw at the chicken house. There were three death chickens on the floor. At the moment, the parrot was standing proudly and screaming at the last old chicken; “Say Catano or I’ll kill you”.


                     PARAPHRASE 1
Far away, a man had a wonderful parrot. It was very smart but he cannot say "Catanao". The man was very confuse but he tried to teach the parrot to say Catano. Suddenly, a man got so angry and shouted to the bird over and over "say Catano or I'll kill you". But the bird kept not to say the word of Catano. Then, he pick the Parrot and threw it into the chicken house, the man said "if you not say Catano, I'll eat you stupid parrot". Finally, when he back to the chicken house, he was very surprised. He couldn't believe, there were three chickens death. and a few minute later the Parrot said to the last chicken, "say Catano or I'll kill you".

By      : Halimah Tusakdiyah
The Student of SMA N 2 Bireuen





                        PARAPHRASE 2
One day, a man had a wonderful Parrot. The Parrot was very smart but the Parrot Couldn't say the place where it was born, that is Catano. The man tried to teach the bird to say Catano however the bird kept not saying the word. One day, the man was very angry to the Parrot. Although he tried hard to teach but the Parrot would not say it. The man shouted to the bird, "say Catano or I'll kill you". But the bird kept not to say word of Catano. Next day, he picked the Parrot and threw it into the bird chicken house. Then the man came back to the chicken house, he was surprised, there were three death chicken on the floor. at the moment, the Parrot said "say Catano or I'll kill you".
By      : Mulia Rahmah
The Student of SMA N 2 Bireuen



                  PARAPHRASE 3
In one village, there lived a man that had a wonderful Parrot. the bird could say every word, except one word. the name  of place was Catano. The man tired to teach the bird to say Catano, however the bird kept not saying the word. Although he tried hard to teach, the Parrot would not say it. Then the man got so angry and shouted to the bird over and over "say Catano or I'll kill you". The bird kept not to say the word of Catano. He could not bear it. there were four old chickens for the next dinner, "you are stupid as the chickens, just stay with them". Said the man angrily. Then he continued to humble, "you know, I'll cut the chicken for my meal. there were three death chicken on the floor. at the moment, the Parrot was standing proudly and screaming at the last old chicken. "say Catano or I'll kill you".
By      : Ria Ulfa
The Student of SMA N 2 Bireuen